Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Ujian

Melihat anaknya duduk sendiri di kursi pojok ruang tamu, membuat emak tergelitik hatinya untuk mencari tahu : Emak : "Nak, kenapa kamu kok duduk melamun gitu?" Nana : "Aku ndak ngelamun Mak, cuma berpikir" Emak : "Kalau emak boleh tahu, lagi mikir apa sih?" Nana : "Ini lho mak, pandemi covid kok gak kelar-kelar, pas ujian tengah semester lagi, ditambah ada masalah di OSIS, ada teman yang gak saling cocok, trus berantem, diem-dieman. Geregetan aku mak.." Emak : "Sabar.., dunia ini memang tempatnya ujian Nak.." Nana : "Kok gitu mak?" Emak : "Ya iya.. Allah sudah mengaturnya sedemikian itu, untuk menguji hambanya mana yang benar-benar beriman kepada Nya dan mana yang tidak. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini kelak akan dihisab di akhirat..." Nana : "Tapi kenapa masalah di dunia ini terasa berat banget mak?" Emak : "Kan hadiahnya surga nak.. kalau masalahnya ringan ya hadiahnya piring cantik saj...

Jam Inspirasi

Teringat saat itu, ketika istriku yang sedang asyik main handphone tiba-tiba memanggilku. "Sayonk... apik ya? tumbas ngene iki ndek endi? (bagus ya, beli yang seperti ini dimana.red) sambil menunjukkan layar handphonenya kepada ku. Kulihat sebuah gambar jam terbuat dari kayu dengan dua buah jarum, tanpa ada angka satu pun. Tampak unik, karena jam kayu tersebut diukir dengan penuh artistik. Cocok dipajang di ruang tamu. "Beli disitu apa gak bisa?" tanyaku kemudian. "Akun IG ini gak jual", jawab istriku. "Bikinin donk sayonk...", lanjutnya kemudian sambil merajuk manja. "Wah.. Wah... Perkara yang sulit.. Itu lubang-lubangnya dibikin pakai alat khusus, namanya mesin cutting plasma. Dan lagian suami mu ini bukan pengrajin kayu.. hehehe..", jawab ku sambil bangkit untuk kembali melanjutkan menghitung perkiraan kebutuhan bahan untuk pesanan pagar besi. Istriku cuma ketawa-ketawa aja, mungkin dia menyadari kalau aku tak mungkin m...

Saat Tiba Waktu Pulang

Kita tak pernah tahu kapan kita akan pulang, seperti apakah saat kita dijemput, Pertanyaannya, apakah kita siap bila sewaktu-waktu saat itu tiba??? Hikss... Jujur belum siap sama sekali, berasa bekal masih nol besar. Hari-hari banyak yang terbuang sia-sia, tiada bekas bermakna. Saat begini, diri ini sadar.. sesadar-sadarnya. Pinginnya mulai hari ini berubah, esok harus lebih baik. No maksiat, sibukkan diri dengan amal baik, perbanyak sedekah. Tapi... diri ini juga manusia biasa. Bisikan syaiton begitu halus nyaris tak terasa. Ada saja yang menjangkit di dalam hati. Meski sekedar virus takabur, penyakit iri dengki, dan sebagainya. Huftt.... Ampuni kami Robbi... untuk semua kelemahan kami, ketidakberdayaan kami... Berasa banget, saat melihat bu lik meninggal dunia, begitu damai. Seulas senyum nampak tersungging di bibirnya. Semoga beliau husnul khotimah. Dilapangkan kuburnya. Diampuni dosa kesalahannya, dan diterima semua amal kebaikannya. Berasa saat tubuh ini sudah terbaring k...

Surgaku Ada di Rumahku

Tulisan ini fiktif belaka, menceritakan tentang kegalauan seorang kawan yang bekerja di dunia kesehatan yang ingin mengikuti tes TKHI. Bila ada kesamaan cerita maka itu hanyalah kebetulan yang tidak disengaja. Kawan : "Yun, sudah tahu belum kalau lagi ada rekruitmen TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia)?" Yuyun : "Sudah" Kawan : "Daftar yuk.."  Yuyun : "Sebenarnya kepengen banget sih, tapi gimana... suami gak ngijinin" Kawan : "Coba minta ijin lagi, mumpung kita masih muda, masih bisa berkarya. Bisa melayani tamu-tamu Allah disana waah rasanya pasti menyenangkan. Aku ngebayangin aja udah bahagia. Dan bonusnya bisa melakukan ibadah haji. Secara.. daftar haji reguler sekarang nunggunya lama, hampir 20 tahunan kalau di Jawa". Yuyun : "Kamu sudah dapat ijin suami mu?" Kawan : "Sudah donk, dia mendukung banget aku untuk bisa lulus tes ini nantinya." Yuyun : "Alhamdulillah.. Segera daftar gih.." Kawa...
Tak lelap mata ini terkejap, Tak letih raga ini tertatih, Menunggu mu yang sedang terbaring, Merintih Kau pegang tangan ku  seolah berbisik "don't go anymore" #yaweslahgaksidobudal  Rencananya hari ini mau ikut ngetrip  bareng temen-temen Ng-OPee (sebutan untuk komunitas operator kami). Sudah di planning dari jauh hari. Sudah prepare sana sini, termasuk sudah packing barang bawaan. Eh, qodarullah.. siangnya pak suami anget, perutnya sakit. Wah, tanda-tanda magh nya kambuh nih. Beneran... Sampai sore kok belum juga mendingan. Maem bubur sudah. Minum obat juga sudah. Masih aja lemes, anget, pusing. Ya, sudahlah.. segera ku hubungi ketua panitia trip. Pamit kalo gak jadi ikut. Meski berat... Tapi harus ikhlas. Cepet sembuh ya pak su.. Besok kl sudah sehat, harus ganti rugi pokok'e loh.. ganti ruginya ngetrip berdua.. hehehe...