Skip to main content

Surgaku Ada di Rumahku

Tulisan ini fiktif belaka, menceritakan tentang kegalauan seorang kawan yang bekerja di dunia kesehatan yang ingin mengikuti tes TKHI. Bila ada kesamaan cerita maka itu hanyalah kebetulan yang tidak disengaja.



Kawan : "Yun, sudah tahu belum kalau lagi ada rekruitmen TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia)?"
Yuyun : "Sudah"
Kawan : "Daftar yuk.." 
Yuyun : "Sebenarnya kepengen banget sih, tapi gimana... suami gak ngijinin"
Kawan : "Coba minta ijin lagi, mumpung kita masih muda, masih bisa berkarya. Bisa melayani tamu-tamu Allah disana waah rasanya pasti menyenangkan. Aku ngebayangin aja udah bahagia. Dan bonusnya bisa melakukan ibadah haji. Secara.. daftar haji reguler sekarang nunggunya lama, hampir 20 tahunan kalau di Jawa".
Yuyun : "Kamu sudah dapat ijin suami mu?"
Kawan : "Sudah donk, dia mendukung banget aku untuk bisa lulus tes ini nantinya."
Yuyun : "Alhamdulillah.. Segera daftar gih.."
Kawan : "Berkasku sudah siap semua nih, tinggal daftar. Makanya aku ajak kamu biar kita bisa barengan."

Yuyun : "Kamu duluan aja, aku belum dapat ijin"
Kawan : "Ya udah, nanti kalau nyampe rumah coba minta ijin lagi sama suami. Dirayu-rayu yang baik, semoga ntar diijinin ya..."



Yuyun hanya terdiam, sambil memandang kepergian kawannya. Yuyun jadi iri, baik banget ya suami kawanku itu, bisa mengijinkan istrinya ikut tes TKHI. Sedangkan suamiku tidak. Padahal cuma mau ikut tes saja, kan belum tentu juga lulus. Tapi kalau beneran lulus, trus gak dapat ijin apa ya bisa mundur? Pantesan, ijin suami disyaratkan pas awal waktu mau daftar. Yang jelas Yuyun kecewa kepada suaminya, gondoknya ampun sampai ke ubun-ubun. Tapi dia merasa tak berdaya, karena tak bisa memperjuangkan keinginannya. Hanya bisa kesal, hatinya galau tak karuan.  

Suami Yuyun sudah sangat jelas menyampaikan bahwa dia tidak mengijinkan. Selain karena masalah syar'i bepergian harus bersama mahram, di rumah masih ada bocah 5 tahun yang entah bagaimana nanti jika ditinggal ibunya selama kurang lebih 1 bulan lamanya. Tapi tak ada salahnya dicoba, nanti pulang kerja Yuyun berniat untuk melakukan negosiasi ulang kepada suaminya. 

Adzan Dhuhur terdengar berkumandang dari Masjid Rumah Sakit tempat dia bekerja. Yuyun pun bergegas mengambil mukena yang ada di ruang kerjanya, pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah, mumpung visitasi ke pasien sudah beres semua. 

Selepas sholat, bapak imam sholat dhuhur berdiri ke mimbar untuk memberikan kultum. Sudah menjadi jadwal rutin bila selepas sholat dhuhur ada kultum. Pada kesempatan kali ini beliau menyampaikan tentang surga dan neraka. Beliau menyitir sebuah hadits yang berbunyi seorang wanita yang melaksanakan sholat lima waktu, puasa di Bulan Ramadhan, menjaga diri dari zina dan taat kepada suaminya, maka kelak dia akan dipersilahkan utk masuk surga dari pintu manapun. Seketika jantung Yuyun berdesir, Ya Allah... ternyata... Tak perlu jauh-jauh mencari surga-Mu ke tanah suci, karena ternyata surga-Mu ada disini, iya disini.. di rumahku sendiri. Terima kasih pak imam, ucap Yuyun dalam hati. Seketika hatinya yang galau menjadi enteng lagi. Segala keluh kesah dan rasa kecewa kepada suaminya karena tak memberikan ijin, seketika pergi. 


Akhirnya Yuyun bisa memenangkan gejolak hatinya. Yuyun sampai pada suatu kesimpulan bahwa pergi haji adalah wajib bagi yang mampu, tetapi menjadi petugas haji itu bukan lah kewajiban. Lebih kepada keinginan. Keinginan untuk bisa beribadah disana, keinginan untuk bisa melayani para tamu Allah, dsb.. yang ujung akhirnya tentu semoga semua ibadah diterima, doa-doa dikabulkan, semua dosa diampuni, dan menjadi haji mabrur yang balasannya adalah surga.

Monggo, yang mau daftar petugas haji silahkan daftar. Insyaallah Yuyun sudah ikhlas mengubur keinginannya, karena bagi Yuyun sekarang surgaku ada disini. Tidak perlu jauh-jauh naik pesawat. Cukup di rumah saja. Ridho suami adalah surga bagi istrinya. Bila suami ridho, Allah juga akan ridho. Yuyun berdoa dan berharap, semoga suatu saat nanti diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa menunaikan ibadah haji di tanah suci bersama suami dan anak-anaknya.

Comments

  1. Aku merinding bacanya mba :)
    Tulisannya jadi pengingat buatku kalau nanti jadi istri harus taat sama suami selama dalam kebaikan ya mba

    ReplyDelete
  2. Kadang kita lupa bahwa surga sesungguhnya ada di dalam rumah ya mbak. Menarik ceritanya

    ReplyDelete
  3. Kita sering berpikir untuk meraih surga dan ridho Allah harus melakukan sesuatu yg luar biasa. Harus begini harus begitu. Padahal ridho Allah bisa didapatkan dengan banyak cara, salah satunya dengan ridho suami

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ganti Rugi Imunisasi???

Si anak gadis bersin-bersin terus, pusing, lemes, meriang rasanya. Akhirnya hari itu dia ijin tidak masuk sekolah. Emak : ini segera dimakan nasi dengan sup hangatnya. Emak bikinin perkedel kentang dan ayam goreng kesukaan mu juga.. (kata emak sambil menyiapkan makanan di meja makan) Anak : iya mak... (sambil tetep tiduran di sofa tamu) Beberapa menit kemudian..... Emak : ayooo semangat, jangan males gitu... cepetan ke sini.. Anak : iyaaaa mak... (sambil berjalan gontai menuju ruang makan) Emak mengambilkan piring, menyendokkan nasi dan menuangkan sayur kedalam piring Anak : mak.. kenapa aku kena flu ya? Emak : ya kena virus itu.. Daya tahan tubuh mu sedang lemah, makanya virus mudah masuk Anak : padahal aku kan baru diimunisasi influenza? kok virusnya masih mau masuk aja...?? Emak : nak, yang bikin kita sehat dan sakit itu bukan imunisasi, imunisasi hanyalah bagian dari ikhtiar untuk sehat. Yang bikin sehat dan sakit adalah Allah SWT. Menjadi hak Allah mau bikin ki...

Waffle

Sudah lama kepengen bisa bikin kue waffle sendiri, alasannya simple... biar bisa lebih puas makannya... hehehe... Kalau beli gitu kan, seporsi isinya cuma sedikit.. kadang berasa masih kurang, tapi mau nambah malu... upss.. hehehe... 😁😁😁 Sudah lama pula, telah memasukkan cetakan kue waffle ke dalam waiting list daftar belanjaan yang pengen dibeli. Tapi, selama itu pula belum juga beli. Udah buka-buka market place, udah cari-cari, tetep bae ujung-ujung nya gak jadi beli 😁😁😁 Bulan kemarin alhamdulillah ada sahabat yang kasih hadiah. Pas dibuka isinya ternyata cetakan kue waffle... So, happy.... tau aja nih sahabat, ibarat kata "dia tau yang ku mau". Btw, terima kasih kawan... insyallah hadiah mu bermanfaat. Jadi bisa bikin waffle sewaktu-waktu nih.. dengan topping macem-macem sesuai selera. Yeaayyy.... 😁😁😁 Berhubung belum pernah bikin kue waffle, maka ku buka laptop. Cari-cari resep di internet., kemudian Mbak Youtube pun menampilkan video-video yang ku mau. (Kenapa ca...

Tentang Bengkel Diri

Bengkel diri adalah sebuah sekolah online khusus muslimah yang digagas oleh  Ummu Balqis  pada awal tahun 2018. Angkatan pertamanya (Kelas Jeddah) memulai masa belajar pertamanya pada pertengahan Februari 2018. Pembelajaran dilakukan selama dua bulan melalui whatsapp grup, dengan fasilitator yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Materi yang didapat cukup komplit meliputi ilmu dasar keislaman, ilmu komunikasi, publik speaking, persiapan pranikah, ilmu kerumahtanggaan, bisnis dan fotografi. Bener-bener paket lengkap toh?? hehehe... Bila pas materi kita berhalangan hadir, kita masih bisa menyimak materi yang telah diunduh kapan saja. Tak perlu khawatir ketinggalan, yang penting kuatkan niat awal untuk belajar. . . Menjadi bagian dari kelas bengkel diri itu rasanya senang bahagia, banyak benefit yang didapat. Tidak hanya sekedar mendapat ilmu, tapi juga mendapatkan banyak sekali saudara baru yang tersebar dari berbagai kota dan pulau di Indonesia (bahkan ada beberap...