Melihat anaknya duduk sendiri di kursi pojok ruang tamu, membuat emak tergelitik hatinya untuk mencari tahu :
Emak : "Nak, kenapa kamu kok duduk melamun gitu?"
Nana : "Aku ndak ngelamun Mak, cuma berpikir"
Emak : "Kalau emak boleh tahu, lagi mikir apa sih?"
Nana : "Ini lho mak, pandemi covid kok gak kelar-kelar, pas ujian tengah semester lagi, ditambah ada masalah di OSIS, ada teman yang gak saling cocok, trus berantem, diem-dieman. Geregetan aku mak.."
Emak : "Sabar.., dunia ini memang tempatnya ujian Nak.."
Nana : "Kok gitu mak?"
Emak : "Ya iya.. Allah sudah mengaturnya sedemikian itu, untuk menguji hambanya mana yang benar-benar beriman kepada Nya dan mana yang tidak. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini kelak akan dihisab di akhirat..."
Nana : "Tapi kenapa masalah di dunia ini terasa berat banget mak?"
Emak : "Kan hadiahnya surga nak.. kalau masalahnya ringan ya hadiahnya piring cantik saja... hehehe..."
Nana : "Ah... emak... Tapi mak, kenapa temen ku si Rosy itu hidupnya enak banget.. semua ada, fasilitas lengkap, pengen apa saja keturutan, jalan-jalan shoping hampir tiap bulan."
Emak : "Hush... gak boleh iri sama kehidupan orang lain. Kita ndak pernah tau secara pasti masalah yang sedang dia hadapi. Bisa jadi dia tampak sempurna dihadapan semua orang, karena memang dia tidak ingin menampakkan masalahnya didepan orang lain.
Nana : "Tapi emang gak kurang apa-apa dia mak, ortunya lengkap, sayang banget sama dia, anak tunggal. Udah cantik, pinter pisan Mak.. Pokoknya dia tuh jadi primadona di sekolah. Semua cowok tuh naksir sama dia, kalau sampai ada yang gak naksir, hmmm.. perlu diragukan ke-cowok'an nya.."
Emak : "Sebenarnya itu juga ujian buat Rosy, ujiannya berbeda.. ujiannya berupa ujian kenikmatan"
Nana : "Waah, enak donk mak.. ujian kenikmatan"
Emak : "Ujian kenikmatan itu justru lebih berat nak, tak semua orang bisa lulus... karena sifat manusia kalau sudah enak-enak bawaannya lupa.. Lupa bersyukur, lupa kalau semua nikmat itu cuma titipan sementara yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Dan malah bisa lebih lama itu nanti hisabnya di akhirat.."
Nana : "Oooo, gitu ya mak.."
Emak : "Sebenarnya lebih banyak nikmat Allah yang telah kita dapatkan, dari pada keinginan-keinginan yang belum terwujud. Kita diberikan tubuh yang sempurna, diberikan sehat, diberikan paru-paru yang bisa bernafas, jantung yang berdetak, semua itu karunia dari Allah yang tak ternilai lho harganya"
Nana : "iya ya mak.. Emak ku tuh bener.. Alhamdulillah... Aku bersyukur atas semua nikmat dan karunia Mu Ya Allah..."
Emak : "Yakin lah.. apa yang terjadi hari ini, yang kau anggap sebagai ujian berat ini, akan menjadi penguat mu di esok hari"
Nana : "Terima kasih mak.. sudah enteng rasanya hati ku.."
Comments
Post a Comment