Sejak menikah, mudik adalah kegiatan tiap tahun yang terasa begitu indah. Moment yang selalu ku tunggu-tunggu saat Idul Fitri tiba. Mudik ke rumah orang tua di Kabupaten Lumajang Jawa Timur yang berjarak kurang lebih 200 Km dari Kabupaten Kediri tempat kami tinggal sekarang. Masih sama-sama di Jawa Timur, yang bila ditempuh dengan mobil memakan waktu kurang lebih 6 jam perjalanan.
Mudik, meski cuma sebentar, entah mengapa selalu terasa begitu menyenangkan. Berkumpul bersama orang tua, saudara, keponakan-keponakan sungguh membuat bahagia. Ngobrol, bercerita, bercanda, sampai tak terasa telah larut malam. Pagi hari tanggal 1 Syawal kami biasanya mengikuti sholat ied di Masjid Agung Anas Mahfudz yang terletak di Alun-Alun Kota Lumajang. Sepulang dari sholat ied saling bermaafan, sungkem kepada orang tua dan bersalaman dengan seluruh keluarga, setelah itu baru sarapan nasi rawon buatan ibu yang rasanya begitu nikmat tak ada tandingan. (Menu wajib Idul Fitri di rumah ibu kami memang bukan ketupat atau opor ayam, melainkan nasi rawon hehehe..)
Pandemi covid-19 yang telah melanda dunia sejak tahun lalu, membuat pemerintah membatasi pergerakan warganya. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mematuhinya. Alhamdulillah tahun ini ada sedikit kelonggaran, masyarakat masih diperkenankan melakukan mobilisasi sesuai wilayah rayon masing-masing pada saat hari pelarangan mudik. Jadi, masih bisa mengunjungi orang tua nih untuk yang rumah orang tuanya dalam satu rayon. Rumah orang tua ku sudah beda rayon, jadi fix gak mudik lagi tahun ini.
Masih teringat dengan jelas, Idul Fitri tahun 2020 menjadi Idul Fitri yang sepi (menurut ku). Bayang-bayang covid-19 begitu menghantui. Masyarakat masih parno dan masih patuh untuk di rumah saja. Masyarakat dilarang mudik, sholat ied tidak dilaksanakan (beberapa tempat yang menyelenggarakan sholat ied harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan ketat), kampung-kampung dan desa-desa lockdown, sampai gang-gang kecil pun ditutup portal untuk mengantisipasi masuknya warga dari daerah lain. Sehabis sholat Idul Fitri biasanya saling berkunjung silaturrahim bermaafan, tahun lalu tak ada saling kunjung mengunjungi. Pintu-pintu rumah tertutup, pertanda tidak terima tamu. Permohonan maaf hanya dilakukan melalui telepon atau pesan singkat. Sungguh sepi.
Meski tetap tanpa mudik, semoga Idul Fitri tahun ini tidak sesepi tahun lalu. Semoga masih bisa bersilaturrahim dengan keluarga, tetangga dan sanak saudara yang rumahnya dekat. Semoga lebih banyak masjid yang menyelenggarakan sholat ied. Semoga semarak Idul Fitri tahun ini kembali menggema meski dalam balutan new normal. Pandemi belum berakhir, maka jangan lengah. Tetap terapkan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas). Semoga bisa bertemu kembali dengan Ramadan dan Idul Fitri tahun depan. (Aamiin)..
“Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian”
Selamat Idul Fitri 1442 H.
Mohon maaf lahir dan batin.
*Mamah Nez*
Emang kalau di jawa timur menu lebarannya rawon ya mba? Aku inget cerita Bulek Hana (buleknya kirana) itu pernah cerita rawon waktu lebaran bareng mertua.
ReplyDeleteSebenarnya sama kok mbak kayak di daerah lain, menu lebarannya ketupat beserta kawan-kawannya. Jadi gak semua rumah bermenu rawon, tergantung tuan rumahnya aja. hehehe...
DeleteAamiin ya Allah.. semoga tahun ini menjadikan kita pribadi yang lebih baik ya mba. Sabar-sabar buat gak mudik. Sholat juga kalau zona hijau insyaallah masih di buka ya
ReplyDeleteAamiin Yaa Robb...
Delete
ReplyDeleteSemoga kita jadi alumni Ramadan yg dpt me-Ramadan-kan diri. Aamiin...
Aamiin...
DeleteEh enak banget ya menu lebarannya nasi rawon, boleh juga idenya.. Aku pengen nyoba buat ah, bosen kan rendang mulu wkwwk
ReplyDeleteMari bersabar sedikit lagi mba. Semoga lebaran tahun depan sudah bisa mudik
ReplyDeleteMau ngucapain semangat buat pejuang-pejuang di rantau yang rela ga mudik, semoga peran kita yang sedikit ini bisa membuat pandemi ini berakhir.
ReplyDeleteM9hon maaf lahir dan batin ya mamhnez, aku jga tim ga mudik nih, insya Allah masih ada kesempatan lain utk mudik
ReplyDelete